Conference Nusantara PGRI Kediri University, Seminar Hayati V Tahun 2017

Font Size: 
Kemampuan Fagositosis Sel Makrofag Terhadap Staphylococcus aureus Isolat Asal Ayam dengan Opsonisasi Secara In Vitro
Dianita Dwi Sugiartanti, Siti Isrina Oktavia Salasia

Last modified: 2018-07-30

Abstract


Infeksi Staphylococcus aureus mempunyai peran penting dalamdunia kesehatan hewan dan manusia. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui kemampuan fagositosis sel makrofag terhadapStaphylococcus aureus isolat asal ayam melalui peran opsonisasisecara in vitro. Dalam penelitian ini digunakan isolat Staphylococcusaureus asal ayam yang mengalami artritis, bumble foot dan swollenhead yang diidentifikasi secara fenotipik. Kemampuan S.aureusdalam menghindari sistem pertahanan seluler tubuh, dilakukanmelalui uji fagositosis menggunakan sel makrofag mencit denganopsonisasi secara in vitro, makrofag diisolasi dari peritoneummencit. Uji fagositosis dilakukan secara in vitro denganmencampurkan 100 μL suspensi sel makrofag (105sel/mL) dengan100μL suspensi Staphylococcus aureus (109 bakteri/mL), kemudiandiinkubasi selama 1 jam pada suhu 37οC dalam waterbath. Aktivitasfagositosis makrofag ditentukan dengan cara menghitung jumlahbakteri yang difagosit oleh setiap sel makrofag dari 10 sel makrofagpada setiap preparat. Hasil uji fenotipik dapat teridentifikasi 11isolat asal ayam pedaging positif Staphylococcus aureus. Jumlahrata-rata bakteri yang difagosit oleh sel makrofag dengan opsonisasiterhadap S.aureus (26,64 bakteri/sel), fagositosis sel makrofagtanpa opsonisasi (18,39 bakteri/sel). Opsonisasi mampumeningkatkan fagositosis makrofag secara signifikan (p<0.05)dibanding tanpa opsonisasi. Aktivitas fagositosis sel makrofagterhadap S.aureus dapat ditingkatkan dengan mediator serumsebagai opsonin

Keywords


Staphylococcus aureus, ayam, makrofag, opsonin, in vitro

Full Text: PDF
LPPM Server - Powered by BSI